Monthly Archives: May 2016

Alkohol Itu Merusak, Tidak Perlu Dibantah Lagi…

Suara ketukan di pintu jam 3.30 pagi membuat waktu tidur terputus. Seorang perawat mengatakan bahwa ada pasien di UGD. Mendengar hal tersebut, sy pun langsung mengusir kantuk dan bersiap.

Sy berbisik dalam hati, pasien di jam segini pastilah pasien bedah, antara kecelakaan atau baku hantam. Benar saja. Seorang laki-laki sudah terbaring di ruang tindakan dengan darah terus merembes dari lengannya. Lukanya cukup dalam; dapat terlihat otot lengan bawahnya menganga. Tapi ternyata bapak ini masih bisa menggerakkan telapak tangan dan jari-jarinya saat sy minta. Yahh, syukurlah tidak ada urat otot yang robek, patah tulang pun nihil. Luka seperti ini sih cukup dibersihkan, lalu jahit dalam dan luar.

Tiba-tiba dia berteriak, “WOOOOYYYY!!! AAAHHHH!!! KENAPA DIA ADA DI SINI??? AAAAAHHHHH!!!” Tangannya diangkat, ditujukan ke orang di luar ruang tindakan yang tengah tengkurap. Orang tersebut adalah lawan baku potongnya. Tanpa memedulikan amarah si bapak, sy memulai membersihkan dan menjahit lukanya.

Tapi mulutnya tidak mau berhenti bergerak.

“KAU NANTI KUBUNUH!! HABIS INI SELESAI KUBUNUH KAU DI RUMAH SAKIT INI!!!” Lawan bicaranya tidak menyahut. Kepalanya sedang dijahit oleh seorang perawat.

Jelas-jelas orang yang teriak ini dalam pengaruh alkohol. Sepertinya lawannya juga. Yang menyedihkan, ternyata si bapak yang seperti orang gila ini seorang polisi.

Tiba-tiba, datang lagi satu orang ke ruang tindakan. “Pak Dok, tolong, pak Dok. Sakit ini, sakit. Tolong, pak Dok.”

“Ya sebentar, Pak. Ini saya sedang menangani pasien yang lain,” jawab saya. Tapi pasien baru ini tetap saja menunjukkan tangan kirinya yang telah tertebas parang. Jari telunjuk dan jari tengahnya hampir putus; tulangnya telah patah dan hanya menyisakan kulit. “Aduuuhhhh, tolong, pak Dok! Sakit ini! Sakit! Saya juga pasien! Tolong, pak Dok! Aduuuuhhhh!!! Wooooyyyyy!!!”

Saya yang lagi asik menjahit akhirnya menanggapi orang yang juga habis mabuk tersebut. Melihat luka di telapak tangannya yang sangat lebar dan jari-jarinya hampir lepas, seorang perawat pun dikerahkan untuk menanganinya. “Beri tahu pasiennya kalau kita mau potong jarinya yang udah patah itu,” kata sy melanjutkan jahit.

Belakangan, diketahui kalau korban bacok yang baru masuk tersebut juga mengalami luka sayatan di kepala, bahu, dan juga lengan kanannya. Tulang tengkoraknya retak dan lengan kanannya ikut patah. Komplit sudah.

Masih berusaha untuk menghentikan perdarahan dari pasien yang pertama masuk, perawat yang lain bilang, “Dok, mau ada satu pasien lagi.” Weeeleehhh, subuh-subuh kena serangan begini. Awalnya dikiran pasien keempat ini juga korban baku bacok, tapi ternyata tidak. Dia, yang sedang dibonceng, terjatuh dari motor. Ditabrak kah? Tidak, mereka jatuh sendiri. Kenapa bisa?

“Kami berdua habis minum, pak Dok,” kata temannya yang membawa motor.

Kegaduhan akhirnya mulai mereda jam 7 pagi. Di jam itu pula lah sy baru melaksanakan solat subuh. Yah, mau bagaimana lagi. Dari empat orang yang ribut-ribut itu, hanya 2 orang yang masuk rawat inap. Tentu saja, salah satunya adalah yan jarinya potong itu.

Apa kesamaan dari 4 pasien di atas? Yak, betul, keempat-empatnya dalam pengaruh alkohol.

Mereka orang liberal akan berkata bahwa bukan alkohol yang mengakibatkan orang-orang baku potong, tapi watak dan sikap. Begitu juga orang yang terjatuh dari motor bukan dikarenakan alkohol, tapi karena tidak hati-hati. Persis seperti jawaban mereka yang mengatakan bukan alkohol lah yang membuat Yuyun diperkosa.

Alkohol mungkin memang bukan penyebab utama, tapi ia BERKONTRIBUSI BESAR atas segala tindakan amoral. Pertengkaran akibat tetangga yang berisik tidak akan berujung pembacokan kalau akal sehat mereka masih terlindungi dari minuman setan tersebut. Begitu juga pengendara motor malam-malam akan lebih bisa menjaga keseimbangan ketimbang yang mabuk.

Minuman beralkohol terbukti dapat merusak kesehatan. Berbagai penyakit dapat timbul akibat mengonsumsi minuman beracun ini. Ada lebih dari 60 penyakit yang disebabkan oleh alkohol. Dua penyebab utama kesakitan dari alkohol adalah penyakit organ hati berupa sirosis hepar dan kecelakaan lalu lintas. Selain itu, ditemukan pula bahwa alkohol meningkatkan resiko kanker di saluran cerna bagian atas terutama esophagus (kerongkongan), gangguan otot dan irama jantung, hipertensi, dan depresi.

Perbedaan Struktur Otak antara Orang Normal dengan Pecandu Alkohol. Sumber: margottesch.com.au

Perbedaan Struktur Otak antara Orang Normal dengan Pecandu Alkohol. Sumber: margottesch.com.au

Lembaga Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, CDC, menyebutkan bahwa setiap tahunnya terjadi kehilangan jiwa sekitar 88.000 jiwa akibat konsumsi alkohol. Kematian yang berhubungan dengan alkohol menempati urutan keempat dalam penyebab kematian yang dapat dicegah.

Kematian yang Berhubungan dengan Alkohol. Sumber: WHO

Kematian yang Berhubungan dengan Alkohol. Sumber: WHO

Alkohol juga tak dapat dibantah merupakan faktor penyebab penting dalam kecelakaan lalu lintas yang berujung pada kematian. Pada tahun 2014 di Amerika Serikat, sebanyak 9.967 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas yang berhubungan dengan alkohol. Angka tersebut merupakan 31% dari seluruh kecelakaan maut di negara tersebut. Hal tersebut wajar, karena orang yang dalam pengaruh alkohol tidak akan bisa konsentrasi dan mengemudi dengan benar.

Bagaimana Alkohol Memengaruhi Fungsi Otak. Sumber: margottesch.com.au

Bagaimana Alkohol Memengaruhi Fungsi Otak. Sumber: margottesch.com.au

Mungkin akan banyak yang berargumen bahwa penyakit dan kematian akibat alkohol disebabkan oleh konsumsi yang berlebihan atau binge drinking (minum jumlah banyak dalam waktu yang singkat). Memang benar bahwa gangguan kesehatan hingga kematian oleh alkohol dikarenakan hal tersebut. Namun kita tidak boleh lupa bahwa alkohol memiliki sifat adiktif yang sangat kuat.

Di antara 5 substansi yang paling mengakibatkan kecanduan, alkohol merupakan salah satu di antaranya. Ia berjejer bersama obat-obat penenang dan nikotin. Yang perlu ditekankan, alkohol merupakan zat yang banyak dilegalkan di berbagai negara, tidak seperti heroin dan kokain. Akibatnya, ia merupakan substansi yang paling banyak membuat orang-orang ketagihan.

5 Substansi yang Paling Membuat Ketagihan. Sumber: www.businessinsider.co.id

5 Substansi yang Paling Membuat Ketagihan. Sumber: http://www.businessinsider.co.id

Alkohol Merupakan Substansi yang Paling Banyak Membuat Orang Ketagihan di AS. Sumber: www.substance.com

Alkohol Merupakan Substansi yang Paling Banyak Membuat Orang Ketagihan di AS. Sumber: http://www.substance.com

Berlebihan dalam meminum alkohol yang disebut dengan alcohol abuse dapat mengakibatkan alcoholism. Kondisi tersebut mengakibatkan seseorang begitu ketagihan. Seseorang yang menderita alcoholism akan sangat bergantung kepadanya, sehingga apabila tidak mengonsumsinya, ia akan menderita withdrawal symptoms atau gejala-gejala seperti cemas, depresi, berkeringat, hingga tidak bisa tidur.

Akan sangat naif bila ada orang yang mengatakan kalau ia minum alkohol hanya sesekali saja. Kandungan alkohol sangat gampang membuat orang ketagihan. Akibatnya, ia akan terus minum dan terus meminumnya. Walau tidak sampai mabuk, zat alkohol yang terus dikonsumsinya akan berakumulasi dalam tubuh sehingga mengakibatkan penyakit kronis. Sekali minum alkohol, makan akan begitu mudah seseorang terdorong untuk meminumnya lagi.

Lagipula, alkohol tidak hanya merusak kesehatan, tapi sering pula ia merusak kehidupan dan hubungan sosial. Berapa banyak orang yang terganggu aktivitas kerjanya (atau sekolahnya) akibat alkohol? Berapa banyak pula kekerasan dalam rumah tangga akibat suami yang tidak bisa berhenti minum alkohol? Apakah ada yang mau bilang bahwa pertengkaran yang dipicu oleh mabuk hanya satu atau dua?

Aspek moral tidak bisa lepas dari konteks ini. Seringkali alkohol merupakan “teman” dari bentuk kenakalan atau sikap amoral. Alkohol merupakan hal yang sering dijumpai pada orang-orang yang terkurung dalam jeratan rokok, sex bebas, hingga obat-obatan terlarang. Juga sering ia tidak luput dari genggaman pelaku kriminalitas. Seharusnya bukan hal yang mengejutkan bahwa anak-anak muda yang memiliki moral bejat untuk memerkosa hingga membunuh siswi SMP merupakan peminum alkohol.

Isu alkohol bukanlah terkait agama tertentu. Ia merupakan hal yang universal dan berperan penting dalam pembentukan karakter masyarakat. Bulan Maret lalu, Gubernur Propinsi Papua, Lukas Enembe, mengesahkan Perda yang melarang minuman keras di Papua. Tujuannya adalah “…ingin melindungi orang asli Papua atau penduduk pada umumnya dari kepunahan yang sedang mengincar lewat peredaran minuman berakohol yang bisa berujung pada perbuatan kriminal dan kematian.”

Bapak Gubernur Papua setidaknya telah sadar bahwa minuman beralkohol, sesuai perkataan Rasulullah saw. dalam riwayat Ibnu Majah, merupakan, “…induk dari segala kejahatan dan ini adalah kejahatan yang paling memalukan.” Ya, ia pemicu dari segala tindakan keji. Zina, pemerkosaan, pencurian, penganiayaan, pembunuhan. Dan sebagainya.

Jika kita begitu mencintai bangsa sendiri, maka junjunglah budaya kita yang sangat menekankan pentingnya etika, tata krama, sopan santun. Tidak perlu mengikut mereka di Barat sana yang kehidupannya begitu bebas, sangat mengutamakan materi ketimbang moral dan akhlak. Kehidupan bebas dari alkohol merupakan komponen penting untuk melestarikan budaya timur kita.

Apalagi, bapak presiden kita memiliki misi untuk merevolusi mental masyarakat. Bukankah memusnahkan alkohol dari negeri ini merupakan langkah revolusi yang paling tepat, memperbaiki dan mencegah mental tidak bermoral?

Begitu juga pada malam itu, ketika sy sedang istirahat di waktu jaga malam. Jika saja pemerintah dan penduduk negeri ini berkomitmen memberantas alkohol, maka tidak perlu ada mereka yang lengannya robek atau jarinya terpotong. Dan tentu saja, waktu tidur sy tidak terganggu.

62c752cb9f90c168a1a0b41510a6c904

Advertisements
Categories: gagasan, kesehatan, merenung | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: