7 Kuliner Lombok yang Patut Dicoba

Siapa yang tak kenal pulau Lombok? Tidak hanya di dalam negeri, reputasi pulau ini sudah dikenal hingga tingkat dunia. Setidaknya pulau ini popularitasnya menduduki urutan kedua di Indonesia setelah Bali.

Barangkali kita semua sudah tahu titik-titik memukau di pulau 1000 masjid (sebutan lain pulau Lombok) ini. Sebut saja pantai Senggigi, pantai Kuta, pantai Selong Belanak, air terjun Tiu Kelep, Gili Trawangan yang tersohor, hingga gunung terindah di dunia yaitu Rinjani. Pesona pulau ini takkan habis untuk dieksplorasi karena hampir setiap sudutnya menyimpan panorama yang mengagumkan. Masih banyaknya tempat menarik namun belum terkenal—sebut saja pantai Bisalyak di Taman Gunung Tunaq dan air terjun Benang Kelambu (sudah pernah ke sana?)—karena masih minimnya pengembangan dan promosi, menjadikan daratan bulat ini cukup asik untuk dijelajahi.

Ahh, mengarungi keindahan Lombok takkan ada habisnya…

Eiittss…kekaguman kita takkan berhenti hanya pada landscape alamnya. Beginilah Indonesia, negara yang begitu kaya: sebagaimana kebanyakan daerah, Lombok pun memiliki masakan khasnya tersendiri—yang membuat orang yang pernah mengunjunginya semakin rindu.

Setahun di Lombok adalah waktu yang tidak cukup bagi saya untuk benar-benar memahami pulau tersebut. Walau demikian, saya ingin berbagi beberapa makanan khas yang pernah dicicip selama berada di Lombok.

Makanan-makanan ini akan membuat Anda kangen Lombok, terlebih kebanyakan dari mereka tidak buka cabang di luar pulau. Berikut adalah kuliner khas pulau Bumi Gora yang patut dicoba:

  1. Ayam Taliwang
Ayam Taliwang dan Bumbu Taliwang

Ayam Taliwang dan Bumbu Taliwang

Mungkin sudah banyak yang tahu tentang makanan ini. Rumah makan yang menyediakan makanan ini pun sudah banyak di pulau Jawa. Ketika ditanyakan makanan Lombok, mungkin kebanyakan orang akan menjawab ayam taliwang.

Sebenarnya ayam taliwang bukanlah makanan khas Lombok. Masakan ini berasal dari suatu daerah yang disebut Desa Taliwang di pulau Sumbawa. Mungkin asal mulanya adalah orang dari pulau tetangga tersebut membuka warung di Lombok, pulau yang memiliki banyak turis. Masakan ini, yang khas dengan rasa pedasnya, akhirnya cukup digemari oleh para wisatawan. Karena kebanyakan orang mengenal ayam taliwang di Lombok ketimbang di daerah aslinya, jadilah makanan ini melekat dengan Lombok.

Ayam Taliwang adalah masakan ayam bakar yang ditaburi dengan bumbu khas. Makanan ini dimakan bersama dengan sambal taliwang yang pedas nan gurih. Sebagian dari kita mungkin mengenal ayam taliwang sebagai ayam pedas. Memakannya akan terasa lebih lezat jika bumbu sambalnya dilumuri ke ayam. Hmmm, dijamin bisa membuat Anda menjadi rakus.

Warung ayam taliwang kebanyakan buka di kota Mataram. Seperti yang telah disebutkan, ayam taliwang bukanlah masakan asli Lombok, sehingga tidak banyak orang lokal yang memakannya. Sepanjang saya lihat, kebanyakan yang mengunjungi warung makan ayam taliwang ialah turis, baik dalam negeri maupun asing.

Salah satu warung ayam taliwang yang cukup terkenal dan banyak dikunjungi ialah Rumah Makan Taliwang Irama di Jl. Ade Irma Suryani, kota Mataram.

  1. Plecing
20141109_162134

Plecing Khas Lombok

20150522_185841

Plecingnya Lombok

Nah, kalau ini asli masakan orang Lombok. Sayuran seperti urap ini ialah sajian sayur kangkung, toge, kacang, parutan kelapa, dan bumbu pamungkasnya yaitu sambal khas Lombok alias sambal beberuk.

Kita barangkali sering mendengar bahwa Lombok identik dengan cabai dan sambal. Ini bukan karena “lombok” yang berarti “cabai” dalam bahasa Jawa, kan? Heheh.

Sambal beberuk konsistesinya lebih cair dibandingkan sambal ulek kebanyakan. Kalau melihat proses pembuatannya, jumlah tomat yang digunakan cukup banyak, sehingga wajar kalau cair. Selain tomat dan cabai, ia juga dibuat dari bumbu yang disebut dengan bumbu beberuk, yang saya pun tak mengerti terbuat dari apa.

Plecing adalah benar-benar makanan orang Lombok. Apapun lauknya, plecing sering menjadi teman makannya. Apakah makan ayam goreng/bakar, ikan goreng/bakar, tahu, tempe, bahkan makan kerupuk pun pakai plecing.

Jadi jika ingat makanan orang Lombok, ingatlah plecing 🙂

  1. Sate Rembiga
Sate Rembiga yang Benar-Benar Membuat Ketagihan

Sate Rembiga yang Benar-Benar Membuat Ketagihan

Anda pernah makan sate maranggi dari Purwakarta? Rasa dan konsistensi sate rembiga sedikit mirip maranggi. Kalau maranggi manis, sate rembiga terasa pedas.

Menurut saya pribadi, sate rembiga merupakan sate daging sapi terenak yang pernah dicoba. Sensasi gurih dan pedas—dan tentu saja lezat—akan terus berasa di bibir dan lidah hingga membuat Anda tak sadar untuk mengambil tusuk kedua, ketiga, dan seterusnya.  Jika membelinya, 10 tusuk sate rembiga tidaklah cukup, heheh 🙂

Sate rembiga merupakan sate khas dari daerah Rembiga di kota Mataram. Sepanjang pengetahuan saya, sate ini hanya dijual di daerah tersebut, jarang ditemukan di tempat lain. Jadi, jika ke Lombok, sate ini sangat direkomendasikan untuk dicoba, bahkan kalau perlu dibungkus puluhan tusuk untuk dibawa pulang :p

Warung sate rembiga terletak di Jl. Wahidin Sudirohusodo, kota Mataram. Oh ya, warung sate rembiga juga menjual sop iga sapi khas Lombok yaitu Bebalung. Namun, saya merekomendasikan untuk membelinya di tempat lain untuk mendapatkan rasa yang terbaik.

Warung Sate Rembiga

Warung Sate Rembiga

  1. Bebalung
Bebalung, bersama sambal beberuk

Bebalung, bersama sambal beberuk

Iga sapi selalu menjadi idaman untuk dibuat sop. Jika Makassar memiliki Sop Konro, maka Lombok memiliki Bebalung.

Bebalung umumnya lebih cair dan tidak sekental gule atau pun konro. Warna kuahnya pun cenderung jernih. Walau demikian, rasanya yang khas dan berbeda dengan sop iga sapi lain membuat saya merekomendasikan siapa saja yang ke Lombok untuk menyicipnya. Selain itu, tidak pernah ditemukan warung bebalung selain di Lombok. Sebagaimana ciri orang pulau tersebut, bebalung biasanya dimakan bersama plecing atau dengan sambal beberuk.

Warung Bebalung yang paling enak sepanjang pengalaman saya dan teman-teman se-internsip berada di kota Mataram, tepatnya di jalan HOS Cokroaminoto. Yang cukup disayangkan, pemiliki warung ini, yaitu warung Klebet, tidak membuat dalam jumlah banyak. Mereka hanya masak dalam jumlah yang sudah ditentukan saja. Jika sudah habis, warung pun tutup. Alhasil, jika ingin makan di warung Klebet, datanglah sebelum jam 1 siang.

Warung Klebet

Warung Klebet

Kemungkinan warung tersebut sudah buka dari jam 8 pagi. Jadi, bebalung bisa dijadikan sebagai menu sarapan pagi yang sedap.

  1. Sate Bulayak

Selain rembiga, Lombok memiliki sate khas lain yaitu sate bulayak.

Bagi saya, sate bulayak agak seperti sate padang karena berupa daging sapi dan jeroan. Bumbu sate ini terbuat dari kacang tanah yang disangrai dan ditumbuk lalu direbus dengan santan, dan dimasak dengan bumbu-bumbu lain. Jika dicicip, bumbu tersebut seperti kuah kari.

Yang menjadi khas dari sate ini ialah ia dimakan bersama bulayak. Dalam bahasa sasak (bahasa asli penduduk Lombok), bulayak berarti lontong. Tidak seperti di Jawa, bulayak umumnya berukuran lebih kecil dan dibungkus dengan daun aren. Cara membungkusnya pun unik yaitu secara spiral, sehingga ketika konsumen hendak menyantapnya, ia akan membuka secara berputar. Bulayak memiliki aroma yang berbeda dibanding lontong biasa akibat dari pengaruh daun aren.

Hal lain yang unik dari masakan ini ialah biasanya pembeli tidak disediakan sendok atau garpu. Mencocol bulayak ke bumbu sate adalah cara yang benar untuk menikmatinya.

Warung Sate Bulayak di Dekat Toko Sasaku

Warung Sate Bulayak di Dekat Toko Sasaku

Waktu yang sempit di Lombok membuat saya tidak banyak mencoba makanan ini. Warung sate bulayak yang diketahui pun hanya satu yaitu di area parkir toko pakaian Sasaku di daerah Cakranegara, kota Mataram. Menurut referensi lain, warung sate bulayak bisa ditemukan di daerah Narmada, Lombok Barat.

  1. Sate Ikan Tanjung
Sate Ikan Tanjung. Hmmm, sedaaaapppp

Sate Ikan Tanjung. Hmmm, sedaaaapppp

Makanan ini tidak akan ditemukan di tempat lain; ia hanya dijual di daerah Tanjung, pusat kota dari Kabupaten Lombok Utara.

Bahan yang digunakan umumnya adalah ikan cakalang atau ikan langoan. Daging ikan yang dikumpulkan dan dibentuk dilapisi oleh kelapa, ditusuk, kemudian dibakar. Karena terbuat dari daging ikan, ukurannya tidak begitu besar. Namun karena rasanya yang mantap, makan 15 hingga 20 tusuk benar-benar tidak terasa 🙂

Jika ingin menyicipinya, Anda harus pergi ke Tanjung, Lombok Utara, kira-kira 1 jam dari pelabuhan yang menuju Gili Trawangan (a.k.a pelabuhan Bangsal). Para pedagang sate ini yang biasanya ibu-ibu berjejer di area pasar Tanjung atau terminal Tanjung. Untuk membelinya pun hanya bisa di waktu siang. Biasanya lapak sate ikan sudah digelar dari jam 2 siang dan hanya sampai jam 6 sore. Sebagaimana kebanyakan pedagang makanan di Lombok, mereka hanya masak dalam jumlah seadanya saja. Jika sudah habis, maka tutuplah warungnya.

Ada yang bilang, para pedagang sate ikan ini akan dengan senang hati berbagi resep dan cara memasaknya. Berhubung sate ini tidak akan ditemukan di tempat lain, ada baiknya juga untuk mengingat resepnya dan mencoba membuatnya di rumah.

  1. Nasi Puyung
Nasi Puyung

Nasi Puyung

Nasi Puyung

Nasi Puyung

Satu lagi makanan yang tidak akan ditemukan di luar pulau Jawa. Jika ingin menyantapnya, Anda pun tak perlu susah-susah: cukup keluar dari Bandara Internasional Lombok (BIL) dan warung nasi puyung dapat ditemukan di seberang.

Puyung adalah nama daerah di Kabupaten Lombok Tengah. Saya sedikit sulit mendefinisikan makanan ini. Secara umum, nasi puyung ialah nasih putih yang disajikan dengan ayam suwar-suwir dan kentang kering, dan juga sambal.

Warung nasi puyung seberang bandara akan menyajikan nasi puyung beserta potongan ayam dan juga sayur. Jika keliling Lombok, kita bisa menemukan warung nasi puyung yang cukup banyak cabangnya yaitu “D Rice”. Sajian nasi puyung warung ini berbeda: ia menyediakan ayam suwar-suwir yang sudah dilumuri bumbu pedas, kentang kering, juga kacang kedelai. Kita dapat menambah telur bacem jika mau.

Yang takkan terlupakan dari nasi puyung ialah rasanya yang pedas. Walau sudah minum air bergelas-gelas dan meninggalkan warungnya, tetap saja si rasa pedas menempel di bibir. Tapi tentu bukan sekedar pedas biasa; pedas nikmat nan gurih nan membuat ketagihan, yang akan membuat Anda tidak kapok untuk menyicipnya kembali.

————————————————————————————————————————————–

Di atas adalah beberapa kuliner yang pernah saya coba dan rekomendasikan jika Anda mengunjungi Lombok. Mungkin di antara kita sudah berkali-kali mengunjungi pulau indah tersebut namun belum sempat menikmati makanan khasnya.

Makanan khas daerah bukan hanya tentang rasa di lidah dan memenuhi rasa lapar, tapi ia juga merupakan bagian dari kekayaan bangsa Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke kita bisa menemukan berbagai masakan daerah yang tidak ditemukan di tempat lain. Jika berkunjung ke suatu tempat di negara ini, maka ciciplah makanan khasnya; hal itu akan membuat kita sadar bahwa betapa Indonesia kaya akan budaya 🙂

Advertisements
Categories: catatan perjalanan | Tags: , , , , , , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “7 Kuliner Lombok yang Patut Dicoba

  1. Jadi kangen kampung halaman… duh Maret depan fix nih mesti mudik :haha. Rumah saya dekat dengan Sate Rembiga dan Warung Klebet–warung yang tampak sepi tapi sekalinya ramai penuh sesak :haha.
    Tapi saya baru tahu kalau ayam taliwang itu asalnya dari Taliwang Sumbawa, kirain karena restorannya kebanyakan di Karang Taliwang Mas :haha. Doh, jadi lapar!

    Liked by 1 person

  2. alimurtadha

    Mantap mas kulinernya :mrgreen:

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: