[FOTO] Terpercik Dinginnya Butir Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep, Lombok Utara

20150524_121553Wisata pantai merupakan keunggulan dari pulau Lombok. Pulau yang hanya berukuran 5.435 m2 ini memiliki pesona pesisir yang tak kalah indah dibanding pulau Dewata. Selain tempat-tempat yang sudah banyak dikenal, seperti pantai senggigi, kuta, dan tanjung ann, masih banyak pasir putih dan laut biru yang minim popularitas namun sungguh memukau.

Tapi keindahan Lombok tidak hanya itu. Ada satu objek yang begitu terkenal dan tak pernah sepi dari kunjungan turis lokal bahkan asing. Yap, dia adalah gunung Rinjani. Memang benar-benar suatu keunikan bahwa di pulau yang ukurannya tak seberapa ini tertancap gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia (setelah gunung Kerinci di Jambi). Berita mengenai keelokan sang gunung beserta kalderanya sudah tak asing lagi di telinga dunia. Gunung yang terletak di tengah-tengah pulau Lombok sebelah utara ini membuat atraksi Lombok tak semata didominasi oleh pantai. Di daerah pegunungan Rinjani, di sekitar pinggang sang gunung, mengalir deras bermacam-macam air terjun nan menakjubkan.

Jumlah air terjun di Lombok sangat banyak dan mayoritas berada di daerah utara. Jelajah seluruh air terjun di daerah utara bisa menjadi program perjalanan tersendiri. Namun, jika Anda berkunjung ke Lombok menggunakan biro travel, besar kemungkinan Anda akan diantar ke air terjun yang sangat populer—mungkin juga yang paling banyak dikunjungi—yaitu Sendang Gile dan Tiu Kelep.

Kedua air terjun ini berada di satu lokasi, dengan Tiu Kelep berada di atas Sendang Gile. Air yang terjatuh dari Tiu Kelep kemudian mengalir dalam sungai hingga terjatuh kembali sebagai Sendang Gile. Berposisi lebih rendah, Sendang Gile memiliki ketinggian kurang lebih 30 meter, sedangkan kakaknya, Tiu Kelep, menderu melewati tebing berketinggian kurang lebih 45 meter.

Konon, dahulu kala seorang pangeran berlari dari kejaran seekor singa gila dan ia bersembunyi di balik air terjun. Legenda tersebut pun menjadi asal-usul nama Sendang Gile. Sedangkan “Tiu” merupakan bahasa sasak (bahasa daerah Lombok) yang berarti “kolam” dan “Kelep” berarti “terbang”. Kolam terbang? Diberi nama demikian karena sang air terjun begitu perkasanya hingga menerbangkan buih-buih membasahi sekitarnya layaknya gerimis. Di tempat jatuhnya Tiu Kelep pun terdapat kolam yang tidak begitu dalam, seukuran pinggang, yang cukup aman apabila pengunjung hendak berenang.

Sedang Gile dan Tiu Kelep terletak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Tengah. Senaru sendiri merupakan salah gerbang pendakian ke gunung Rinjani. Mengenai perjalanan ke Rinjani, saya menyarankan untuk berangkat tidak melalui desa ini melainkan melalui Sembalun (cerita perjalanan ke Rinjani bisa dilihat di sini). Dikenal sebagai desa wisata, Senaru memiliki banyak penginapan, tempat informasi bagi turis yang ingin naik RInjani, dan tempat makan.

Waktu yang dibutuhkan dari Mataram-Desa Senaru kurang lebih 2,5-3 jam. Untuk masuk Senaru, pengunjung akan dikenakan biaya karcis masuk sebesar 10 ribu. Gerbang menuju air terjun tidak jauh dari lokasi parkir kendaraan. Ketika turun, akan ada orang-orang yang menawarkan untuk menjadi guide. Sebenarnya jalur ke Sendang Gile dan Tiu Kelep tidaklah sulit dan jalan setapaknya sangat jelas sehingga tidak pakai pemandu pun tidak masalah. Pengunjung mesti membayar kembali karcis 10 ribu/orang untuk dapat masuk area air terjun.

20150524_105225

Tempat Pembelian Karcis Masuk

Tempat Pembelian Karcis Masuk

Air terjun yang pertama kali akan dijumpai adalah Sendang Gile. Untuk ke sana, pengunjung harus berjalan kaki kurang lebih selama 7 menit. Jalanan berupa turunan dengan dasarnya sudah diaspal.

Jalanan Turun

Jalanan Turun

Tepat sebelum tiba di Sendang Gile, pejalan akan menuruni tangga-tangga dan kemudian menjumpai pertigaan, dengan jalan turun ke bawah menuju Sendang Gile dan belok kanan ke arah Tiu Kelep. Turunlah terlebih dulu karena ketika berada di sana berarti Sendang Gile sudah di depan mata.

Pertigaan. Lurus untuk Ke Sendang Gile, Belok Kanan untuk Ke Tiu Kelep

Pertigaan. Lurus untuk Ke Sendang Gile, Belok Kanan untuk Ke Tiu Kelep

Sendang Gile memang tidak memiliki kolam, tapi sering terlihat orang-orang bermain-main di bawahnya. Pada hari libur, ada beberapa orang yang buka lapak jualan makanan. JIka terik matahari tak terhalang awan, mudah sekali untuk menemukan lengkungan pelangi. Bagian tengah dari air terjun ini pun tertutupi oleh dedaunan tumbuhan paku.

Air Terjun Sendang Gile

Air Terjun Sendang Gile

20150524_110425

20150524_110517

20150524_110550

20150524_110705

20150524_110933

Terlihat Lengkungan Pelangi

Terlihat Lengkungan Pelangi

Okay, saatnya melanjutkan perjalanan ke Tiu Kelep. Dibutuhkan 15 menit berjalan kaki untuk menujunya dari Sendang Gile. Untuk ke sana, berjalanlah naik tangga kembali untuk kemudian berbelok kiri di pertigaan.

Jika jalanan sebelumnya telah diaspal, jalur menuju Tiu Kelep dibiarkan murni tanah dan berkerikil. Tak perlu khawatir tersesat karena jalan setapak telah terbentuk dengan jelas.

Jembatan Penyeberangan Lembah

Jembatan Penyeberangan Lembah

Berjalan Menyusuri Kanal Air

Berjalan Menyusuri Kanal Air

Tak lama, pejalan akan menemui sungai yang cukup lebar. Ia berasal dari Tiu Kelep untuk mengalir ke arah Sendang Gile. Sungai harus diseberangi dan pengunjung tak perlu ragu karena arusnya tak terlalu deras dan pejalan masih dapat berdiri dengan mantap di sungai tersebut. Lepaslah alas kaki untuk menyeberanginya agar aman. Perhatikan juga ketika melepas dan menyimpan alas kaki agar tidak terjatuh dan hanyut. Sekali saja terbawa arus, alas kaki atau barang Anda akan terseret sungai begitu cepat menuju hilirnya, dan Anda pun hanya bisa mengucapkan selamat tinggal. Simpan juga barang-barang elektronik dengan aman. Tinggi sungai tidak mencapai lutut sehingga realtif aman menyimpannya di dalam saku.

20150524_113153

Bersiap Menyeberangi Sungai

Bersiap Menyeberangi Sungai

Menyeberangi Sungai

Menyeberangi Sungai

Setidaknya pengunjung mesti menyeberangi sungai sebanyak 2 kali. Sensasi menyeberangi sungai di tengah hutan membuat wisata air terjun ini terasa menyenangkan :).

Sungai Lagi

Sungai Lagi

Menyeberangi Sungai Lagi

Menyeberangi Sungai Lagi

Berjalan Bernuansakan Hutan

Berjalan Bernuansakan Hutan

Saat Tiu Kelep mulai terlihat, pengunjung dapat mulai merasakan percikan buih-buih air membentur badan. Seolah terbang, butir-butir yang dipancarkan Tiu Kelep dihembuskan angin membasahi sekitarnya. Karena itu, ketika mendatangi Tiu Kelep, bersiap-siaplah untuk basah dan bila perlu bawa pakaian ganti.

Akhirnya Sampai di Tiu Kelep

Akhirnya Sampai di Tiu Kelep

Tiu Kelep terjun ke dasar yang membentuk kolam. Jika mau, pengunjung dapat berendam dan berenang namun jangan terkejut dengan suhu airnya yang dingin. Terkadang area Tiu Kelep dapat tertutupi oleh kabut jika titik-titik air tersebut sedang melayang rendah. Kolam Tiu Kelep yang langsung mengalir membentuk sungai membuat tempat tersebut penuh dengan genangan air, sehingga jagalah sepatu dan barang-barang berharga Anda agar tidak kebasahan.

Air terjun Tiu Kelep terlihat bertingkat dengan air yang jatuh di bagian atas terjun bebas bagaikan melompat indah. Di bagian bawah, air merambat pelan seolah menelusuri dedaunan paku, membuatnya seperti tirai tipis nan lebar.

Pijakan kebanyakan berupa bebatuan berlumut yang licin sehingga penting untuk berhati-hati dalam melangkah agar tidak terpeleset. Hal lain yang perlu diingat adalah jagalah kebersihan dan kelestarian agar kegagahan Tiu Kelep dapat terus dinikmati hingga generasi mendatang.

20150524_120138

20150524_120443

Mengagumi Tiu Kelep

Mengagumi Tiu Kelep

Kolam Tiu Kelep

Kolam Tiu Kelep

Berkali-kali mengambil foto di sana seolah takkan ada puasnya, karena memang keindahan ciptaan Allah SWT takkan pernah berhenti membuat kita bergetar. Ahh, memang banyak sekali alasan bagi kita untuk bertasbih dan memujiNya, bukan? Salah satunya dari kesempurnaan dan keindahan air terjun ini yang tak hentinya memercikkan butir air sebagai tanda salamnya kepada para manusia.

 

Bonus: saat jalan pulang, Anda bisa mencoba berjalan melewati terowongan kanal air yang terletak di jembatan penyeberangan lembah. Air yang mengalir di kanal cukup deras, namun manusia masih bisa berdiri tegak di atasnya. Lepas alas kaki agar ia tidak terbawa hanyut. Senter atau penerangan dapat digunakan karena terowongan tersebut cukup gelap. Pada akhirnya ia akan berakhir di tempat sebelum pertigaan Sendang Gile dan Tiu Kelep.

Terowongan Air

Terowongan Air

20150524_124439

Tempat Tembus Terowongan Air, di Pertigaan Tiu Kelep-Sendang Gile

Tempat Tembus Terowongan Air, di Pertigaan Tiu Kelep-Sendang Gile

Advertisements
Categories: catatan perjalanan, Foto | Tags: , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: