[FOTO] Menyelami Keindahan Terumbu Karang nan Perawan di Gili Lampu, Lombok Timur

(UPDATE!!! Foto bawah air sudah sy tampilkan di laman. Gambar diambil tanggal 4/9/2015)

 

Pulau Lombok sudah banyak dikenal sebagai daerah wisata. Sebut saja Gili Trawangan, salah satu destinasi wisata yang sangat diincar oleh turis lokal hingga asing. Banyak wahana yang mampu memanjakan di sana, di antaranya ialah snorkeling. Kegiatan ini memang cukup banyak memiliki penggemar dan Lombok yang terkenal akan wisata pantainya tentu menjadi salah satu destinasi snorkeling.

Hanya saja, jika boleh berpendapat, Gili Trawangan bukanlah tempat terbaik untuk menikmati keindahan terumbu karang. Mungkin beberapa tahun lalu—waktu pulau mini tersebut masih sepi pengunjung—beragam warna-warni yang indah masih dapat dilihat. Namun, suasana Gili Trawangan yang tak pernah sepi dari pengunjung ditambah pembangunan sana sini membuat pesona terumbu karangnya berkurang. Jika ingin menikmati keindahan flora dan fauna bawah laut, ada satu tempat yang sangat direkomendasikan di Lombok. Ia adalah “Gili Lampu”.

Lombok sebenarnya masih memiliki banyak tempat yang sangat bagus untuk dikunjungi namun masih sepi pengunjung. Gili Lampu yang berada di Lombok Timur adalah salah satunya. Area timur memang belumlah sepopuler Senggigi di barat dan Gili Trawangan di utara. Ini adalah keuntungan tersendiri karena karang-karang yang ada di Gili Lampu belum  banyak terjamah.

Gili Lampu terletak di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Awalnya ia merupakan tempat transmigrasi pensiunan tentara angkatan darat, sehingga daerah tersebut disebut “Transad”. Meskipun namanya “gili” (gili berasal dari bahasa sasak yang berarti “pulau”), tapi Gili Lampu bukanlah pulau melainkan sebuah pelabuhan kecil. Kapal-kapal nelayan berbaris di bibirnya, digunakan untuk memancing atau mengantar tamu untuk snorkeling. Selain kegiatan favorit tersebut, Gili Lampu juga menawarkan wahana-wahana lain, namun tetap wahana utama dan yang paling populer ialah wisata bawah laut.

Lama perjalanan dari Mataram – Gili Lampu kurang lebih 2-3 jam. Lombok jarang ada kendaraan umum sehingga untuk mencapainya memang harus menggunakan kendaraan pribadi. Karcis parkir di sana seharga 2.500. Pengunjung akan diberi pilihan lokasi snorkeling. Titik-titik snorkeling di sana ada Petagan, Gili Bidara, dan Gili Kondo. Jika hanya ke Gili Kondo, biaya sewa kapal sebesar 250 ribu. Kalau ingin paket lengkap—snorkeling di Petagan, Gili Bidara, GIli Kondo, dan bonus ke Gili Pasir/Gili Kapal—biayanya sebesar 450 ribu. Harga tersebut belum termasuk sewa alat snorkel dan life vest, yaitu 25 ribu/unit. Sangat direkomendasikan untuk mengambil paket lengkap karena tiap titik menawarkan keindahan yang berbeda. Oh ya, dengan harga segitu pengunjung dapat menyewa kapal sepuasnya tanpa batas waktu.

Selamat Datang di Gili Lampu

Selamat Datang di Gili Lampu

Wahana-Wahana di Gili Lampu

Wahana-Wahana di Gili Lampu

Dermaga Gili Lampu

Dermaga Gili Lampu

Pasir Pantai Gili Lampu

Pasir Pantai Gili Lampu

Pasir Pantai Gili Lampu

Pasir Pantai Gili Lampu

Naik Kapal

Naik Kapal

Meluncur Gan

Meluncur Gan

Jarak dari pelabuhan ke tempat snorkeling lumayan jauh. Pertama-tama kapal akan dilajukan melewati hutan mangrove di tengah laut. Tumbuhan berbentuk seperti semak-semak menyembul dari permukaan laut, berderet layaknya berbaris rapi membentuk hutan. Di bawahnya, tenggelam dalam laut yang tidak begitu dalam, tampak rerumputan tegak beridiri. Pengemudi mengarahkan kapal melewati mangrove yang berjajar di kanan dan kiri, seolah sedang menyusuri laut di pinggir hutan hujan tropis :).

Hutang Mangrove di Tengah Laut

Hutang Mangrove di Tengah Laut

Di Bawah Laut Terlihat Rerumputan Tegak

Di Bawah Laut Terlihat Rerumputan Tegak

Berlayar Sembari Disaksikan Pohon-Pohon Mangrove di Kanan Kiri

Berlayar Sembari Disaksikan Pohon-Pohon Mangrove di Kanan Kiri

Jika beruntung, pengunjung dapat dibuat terkesima melihat ikan-ikan kecil melompat-lompat seolah mengepakkan sayap. Sayang kala itu saya tidak sempat mempotretnya.

Titik yang pertama kami kunjungi ialah Gili Kapal. Ia sebenarnya berupa Gosong Pasir, daratan pasir mini yang muncul ke permukaan laut terutama saat terjadi surut. Saat itu kami beruntung karena gosong tersebut tengah menunjukkan wajahnya.

Gili Kapal

Gili Kapal

Daratan Gili Kapal

Daratan Gili Kapal

Pasir dan Batu Karang di Gili Kapal

Pasir dan Batu Karang di Gili Kapal

Selamat Datang di Gili Kapal

Selamat Datang di Gili Kapal

Tak lama, kapal pun menuju lokasi snorkeling pertama, suatu tempat di tengah laut yang disebut “Petagan”. Kelebihan snorkeling di Gili Lampu ialah kekayaan terumbu karangnya akan warna dan masih jernih dari perusakan manusia. Kita benar-benar bisa memuaskan mata meresapi keindahan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Terumbu Karang, Terlihati dari Atas Laut, di Petagan

Terumbu Karang, Terlihati dari Atas Laut, di Petagan

P1030454

P1030455

Mulai Snorkeling

Mulai Snorkeling

Bersiap :)

Bersiap 🙂

DSCN0555

DSCN0559

DSCN0568

Ada ikan

DSCN0614

DSCN0560

Lokasi selanjutnya ialah Gili Bidara. Sesuai namanya, ia merupakan pulau kecil di seberang Pulau Lombok. Dekat pesisirnya berbaris terumbu karang-terumbu karang yang memukau. Di antara semua lokasi snorkeling di Gili Lampu, Gili Bidara merupakan tempat dengan terumbu karang terindah! Hanya saja perlu kewaspadaan untuk snorkeling di sini. Tempat snorkeling berada di perairan dangkal sehingga mudah bagi pengunjung untuk berdiri, dengan di dasarnya banyak terdapat bulu babi. Duri tegar kehitaman layaknya tombak muram siap menusuk kaki-kaki tanpa perlindungan. Karena itu, penting untuk berhati-hati memilih tempat untuk berdiri atau gunakan sepatu katak (di Gili Lampu juga ada penyewaan sepatu katak, disewakan terpisah dari alat snorkel). Jika tertusuk bulu babi, hancurkan si duri di kaki dengan memukul-mukulnya menggunakan batu hingga hancur, lalu gunakan peniti untuk mengeluarkannya.

Setelah snorkeling, pengunjung bisa meminta untuk dibawa ke Gili Bidara. Menurut info dari guide yang mengantar kami, Gili Bidara, meskpun berukuran mini, ditempati oleh beberapa nelayan. Terdapat beberapa bangunan rumah di dekat pinggiran pulau. Tanah di atasnya pun digarap oleh penduduk menjadi ladang (saya sempat menanyakan apa yang ditanam di sana, tapi sayangnya si ingatan gampang sekali untuk menghilang ^^”). Memang tidak ada apa-apa di sana, tapi lumayan untuk ambil foto.

Menuju Gili Bidara

Menuju Gili Bidara

Terlihat Beberapa Bangunan Rumah di Gili Bidara

Terlihat Beberapa Bangunan Rumah di Gili Bidara

Menuju Gili Bidara

Menuju Gili Bidara

Selamat Datang di Gili Bidara

Selamat Datang di Gili Bidara

Bibir Gili Bidara

Bibir Gili Bidara

Bibir Gili Bidara

Bibir Gili Bidara

Daratan Gili Bidara

Daratan Gili Bidara

Tanah Digarap di Gili Bidara

Tanah Digarap di Gili Bidara

bidara0631

bidara0644

bidara0646

bidara0649

bidara0681

bidara0697

bidara0722

Gili Kondo merupakan tempat terakhir untuk dikunjungi. Seperti Gili Bidara, ia adalah pulau kecil yang tidak dibuat pembangunan seperti Gili Trawangan, namun ukurannya sedikit lebih besar dan ada saung-saung untuk berteduh. Titik snorkeling Gili Kondo berada tepat di pinggir pesisir. Bisa dibilang warna terumbu karang di sana lebih beragam, hanya saja tidak seluas dan sekaya Gili Bidara.

Terlihat Gili Kondo

Terlihat Gili Kondo

Selamat Datang di Gili Kondo

Selamat Datang di Gili Kondo

P1030520

Katanya Batang Kayu Ini Adalah Trademark dari Gili Kondo

Katanya Batang Kayu Ini Adalah Trademark dari Gili Kondo

P1030530

Tepian Gili Kondo

Tepian Gili Kondo

Asik Nih Kayaknya Kalau Ngecamp di Sini :)

Asik Nih Kayaknya Kalau Ngecamp di Sini 🙂

Lokasi Snorkeling Ada Di Pinggir Sini

Lokasi Snorkeling Ada Di Pinggir Sini

kondo0742

kondo0753

kondo0819

kondo0757

kondo0811

Intinya, Gili Lampu, khususnya Gili Bidara, adalah tempat terbaik untuk snorkeling di Pulau Lombok—menurut saya ya, heheh—jauh jika dibandingkan Gili Trawangan. Sayang sekali jika bermain-main ke Lombok namun tidak menyapa terumbu karang di sana yang begitu jernih.

Jika Anda berkunjung ke Gili Lampu, ingatlah bahwa alam bumi bukan hanya milik generasi saat ini. Tentu sayang sekali jika keturunan kita di tahun-tahun berikutnya tidak bisa menikmati keindahannya. Peliharalah kebersihan dan kelestarian pesona terumbu karang di dalamnya. Adalah tanggung jawab kita bersama untuk menjaga segala keindahan yang masih tersisa di bumi ini :).

Advertisements
Categories: catatan perjalanan, Foto | Tags: , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: