#dulu dan #kini

#dulu aku bermimpi

Bahwa ingin bisa terbang, mengepakkan sayap bersama burung-burung mungil. Aku di atas sana, di langit biru itu: merasakan terpaan angin yang sejuk, bergoyang ke utara dan selatan, begitu juga timur dan barat. Memandang dengan haru biru yang luas, dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik, hingga ke Samudera Atlantik. Kemudian gunung-gunung yang hijau, dipenuhi pohon-pohon yang berdiri perkasa. Apa nama gunung itu? Ahh, aku tak pernah mau peduli, karena aku sedang bermimpi. Menyeringai lebar, tertawa dengan bahasa burung mungil, dan menyanyikan lagu tradisional mereka.

#kini aku bertekad

Agar bisa berjalan dengan tenang dan damai. Melintasi padang rumput, sungai, bukit, dan lembah, menggunakan kakiku, bukan sayap rekaan. Satu, dua, dan tiga melangkah. Tidak lagi ingin terbang, karena tentu akan melewatkan berbagai keindahan di kiri kananku! Aku juga bisa merasakan nikmatnya duduk meluruskan kaki di puncak, ketika telah berjalan berjam-jam mendaki punggungan. Apa nama puncak itu? Ahh, aku tahu namanya, karena tidak lagi bermimpi. Aku telah bangun dari mimpi panjang, kemudian berjalan—atau berlari—untuk menyatakan mimpi-mimpi itu. Menyeringai, tertawa, sambil bernyanyi dengan bahasaku sendiri.

Apakah perbedaan pada keduanya?

Mungkin masa #dulu adalah masa konyol, karena masih begitu polosnya. Tapi tidak. Masa #dulu adalah masa bermimpi. Masa-masa mengumpulkan energi sebanyak-banyaknya untuk bermimpi seindah mungkin.

Dan #kini, adalah masa bangun dari mimpi. Membuka mata, dan berjalan dengan misi menjadikan mimpi-mimpi itu menjadi nyata.

Mimpi #dulu dan #kini tidaklah pernah berbeda. Ia masih sama: menginginkan keindahan. Hanya saja, #dulu masih membayangkan keindahan secara abstrak, dan #kini mampu melukis kembali keabstrakan itu menjadi hal nyata. Bahkan, hal yang jauh lebih indah dapat terungkap setelah kenyataan diamati dengan teliti. #dulu hanya membayangkan lautan, pegunungan, dan pepohonan. #kini bisa merasakan pada rumput, punggungan, lembahan, sungai, dan lainnya.

Berbedakah #dulu dan #kini?

#dulu aku bermimpi, #kini aku berjalan. Masih dengan mimpi yang sama, tidak pernah berubah.

Advertisements
Categories: merenung | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: