ke manakah mimpi-mimpi itu pergi?

Dahulu kala, ketika kaki begitu pendek untuk melangkah, namun tidak ragu berlari-lari dalam kegirangan…dan juga ketika tangan tidak sampai untuk menjangkau telinga sendiri, namun tak pernah diam mencoba meraih segala sesuatu…

Masa yang sedikit memalukan untuk dikenang, namun tak ada satu pun yang menertawakan, walaupun aku bebas memimpikan apa saja. Apa saja, apa pun mimpi itu, yang membuat aku yang sekarang terkekeh karena merasa konyol mendengarnya.

Saya ingat cita-citaku ketika kecil, yaitu ingin menjadi pahlawan super. Diiringi lagu “Go! Go! Power Ranger!”, tangan kanan kudekatkan ke arah mulut seakan dapat memanggil Zordon. Tubuh pun dibungkukkan, tangan kanan dan tangan kiri berlekatan di belakang tubuh, lalu sambil meneriakkan “Kamehameha!” kedua tangan kutolakkan ke depan, membayangkan sinar terang yang mampu meluluhlantakkan musuh-musuh di hadapan. “Debu-debu intan!” pukulan khas Hyoga dalam serial saint seiya pun tidak kalah meramaikan suasana canda tawa para bocah.

Begitu polosnya aku mengimpikan untuk menjadi seperti mereka. Tanpa rasa malu pun kupamerkan posisi-posisi jagoan kebanggaan di hadapan orang tuaku. Aahh…ke manakah mimpi-mimpi itu kini? Dahulu, berbagai jurus para jagoan kutiru sebisa mungkin agar kelak dapat berubah menjadi pahlawan kebenaran. Tapi kini, itu semua hanyalah kenangan, diiringi tawa ringan saat mengingatnya.

“Kalo udah gede mau jadi apa?”

“Mau jadi pilot!”

“Jadi presidenn..”

“Mau jadi profesor yang bikin pesawat terbang..”

Segala berbagai macam cita-cita diucapkan, dan kebanyakan diucapkan secara asal. Dipikir-pikir, kalau saat itu ada yang bertanya, “Kenapa pingin jadi ini? Kenapa pingin jadi itu?” Saya pasti bingung menjawabnya, atau sekedar menjawab, “Pingin ajaa..”

Aahh…ke manakah mimpi-mimpi itu? Apakah mereka sebatas vibrasi pita suara anak-anak?

Seiring bertambahnya usia, aku pun mulai menyadari, bahwa dunia nyata tidak seindah angan-angan. Tidak mungkin menjadi pahlawan super, atau pembela kebenaran, karena mereka hanyalah tokoh rekaan. Untuk menjadi pilot atau presiden pun tidak semudah yang dibayangkan ketika masih kanak-kanak dahulu.

Yahh, masa anak-anak, adalah masa paling bebas untuk bermimpi. Tidak akan ada satu orang pun yang menganggapnya aneh atau menertawakan. Meskipun saat dewasa kini kita sudah mulai berpikir rasional, setidaknya kita bisa mengambil keteladanan dari anak-anak, yaitu kepolosan dan kebebasan untuk bermimpi.

“Menarilah dan terus tertawa. Walau dunia tak seindah surge.” Yap, meskipun dunia tak seindah bayangan kita ketika masih kecil, itu bukan alasan bagi kita untuk berhenti menari dan tertawa. Cita-cita adalah suatu hal yang hanya dapat dicapai dengan perjuangan berat. Dan, hal yang berat itu hanya bisa dirasakan ringan bila kita menjalaninya sambil bernyanyi, menari, tersenyum…hanya bisa dilalui dengan mudah bila dinikmati dengan riang gembira.

Ke manakah mimpi-mimpi itu? Tidak, mereka tidak pergi ke mana-mana, karena mimpi-mimpi indah itu masih ada di sini. Bedanya, mimpi-mimpi itu kini jauh lebih indah, dan jauh lebih tinggi dibandingkan cita-cita polos kanak-kanak. Dengan cita-cita yang lebih indah ini, kita bisa menikmati hidup sesuai yang kita inginkan, bahkan kita mampu mengubah dunia, melalui cita-cita tinggi kita.

7 tahun yang lalu, 13 tahun yang lalu…mimpi apa yang paling kuinginkan saat itu? Mungkin sekarang bentuk dari mimpi itu berubah, tapi “isi” dan kekuatan untuk meraih mimpi itu masih sama. Tidak pernah berubah.

Ke manakah mimpi-mimpi itu? Engkau tidak ke mana-mana. Engkau masih di sini, di lubuk hatiku terdalam.

 

Rabu, 2 Februari 2010 jam 00.30

@my own house

-jam 23.30 Bosky tiba-tiba datang ke rumah

-Tanri dan Zufron sudah terlelap sedjak djam 21.30

-Dua bocal labil a.k.a Hamda dan Redo asik nonton MegaMind

-entah kenapa telah memecahkan sebutir telor dan sebuah gelas, mungkin karena udah ngantuk

Advertisements
Categories: merenung | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: