Let It Be

When I find my self in times of trouble

mother mary comes to me,

speaking word of wisdom:

Let It be


Itu adalah sepotong lirik lagu The Beatles yang berjudul “Let It Be”. Tentu kita tahu bukan, atau setidaknya pernah mendengar, group musik atau band yang bernama “The Beatles”

 

Awal mula muncul pada tahun 1963, ketika mereka banyak dikenal oleh penduduk Liverpool beramin di Cavern Club. Seiring waktu berjalan, nama mereka pun populer seantero Inggris, bahkan menembus Amerika hingga dunia.

 

Beatles bubar tahun 1970, dengan album mereka yang terakhir bernama “Let It Be”. Di album itu, lagu unggulan mereka berjudul sama dengan nama album mereka, Let It Be.

 

Lagu ini dibuat oleh (Sir) Paul Mc Cartney, meskipun di albumnya tertulis oleh Lennon-Mc Cartney. Ia membuatnya pada bulan Januari 1969, ketika The Beatles berada di ambang kehancuran.

 

Yap, band besar dan legendaris itu pada 1969-1970 sedang mengalami kondisi konflik internal yang parah. Dipercaya, awal mula kehancuran mereka berawal dari meninggalnya manajer yang menyatukan mereka, yaitu Brian Epstein. Lalu, disusul oleh ego masing-masing personel band—John Lennon, Paul Mc Cartney, George Harrison, dan Ringo Starr. Paul yang mulai merintis rekaman sendiri, begitu juga George Harison. John Lennon dengan sifat otoriternya ingin membubarkan band, dan Ringo Starr yang terobsesi menjadi pemain film. Kondisi diperparah dengan kehadiran Yoko Ono—wanita gipsi asal Jepang, istri kedua John Lennon setelah cerai dengan istri pertamanya, Cynthia Lennon—yang membuat resah anggota band lainnya, karena saat itu wanita gipsi dipandang sebelah mata.

 

Di tengah-tengah kondisi panas itu, saat ketegangan tak kunjung reda, Mc Cartney pun menciptakan lagu ini, Let It Be. Paul terinspirasi setelah ia memimpikan ibunya, Mary, yang telah meninggal. Ia bermaksud untuk membawa pesan damai kepada yang lain. Yah, segalanya akan baik-baik saja. Jika pada akhirnya The Beatles bubar dan perbedaan di antara mereka tak dapat disatukan, let it be—biarlah itu terjadi.

 

Secara pribadi, saya sangat menyukai lagu ini. Selain iringan melodi dan harmoni yang begitu mendalam, pesan lagunya pun amat menyentuh.

 

When I find my self in times of trouble

mother mary comes to me,

speaking word of wisdom:

Let It be

And in my hours darkness

she is standing right in front of me,

speaking word of wisdom:

Let It Be

*)Let it be, let it be, let it be, let it be

Whisper word of wisdom: Let It be

And when the broken hearted people

living in the world agree,

there will be answer

Let It Be

but though they may be parted

there is still a chance that they will see

there will be answer

Let It Be

*) Let it be, let it be, let it be, let it be

for there will be answer: Let It be

Let it be, let it be, let it be, let it be

Whisper word of wisdom: Le It Be

And when the night is cloudy

there is still a light that shines on me,

shine until tomorrow

Let It Be

I wake up to the sound of music

mother Mary comes to me,

speaking word of wisdom:

Let It Be

*) Let it be, let it be, let it be, let it be

for there will be answer: Let It be

Let it be, let it be, let it be, let it be

Whisper word of wisdom: Le It Be

Bagian yang dibold adalah yang paling saya sering dengar berulang-ulang. Karena, meskipun kata orang hidup itu indah, tidak selamanya kita bahagia. Pasti ada masa-masa sedih, sempit, dan gelap. Bagaikan malam yang tak berbintang karena tertutup awan.

 

Tapi kita sedih pun tidak selamanya. Selama masih hidup, berarti selalu ada jalan keluar atas segala kekelaman dan keputusasaan hidup kita. Karena, jika tidak, tentu kita tidak akan bertahan hidup hingga sekarang. Itu lah mengapa setelah kesulitan ada kemudahan. Sesudah kegelapan ada cahaya.

 

And when the night is cloudy, there is still a light that shines on me. Shine until tomorrow, Let It Be…

 

Biarlah itu terjadi. Let It Be…

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Al Insyira: 5-6)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…” (Al Baqarah: 286)

 

Selasa, 25 Januari 2011 pukul 14:48

@kostan Averous

sambil menghayati lagu Let It be pasca ujian “menembak” Public Health

Advertisements
Categories: merenung | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: