Mensyukuri Musibah (10 Januari 2011)

Hari Senin 10 Januari 2011, sekitar jam 12.40

baru saja aku tertimpa musibah..

setelah beberapa langkah kumantapkan di anak-anak tangga menuju musola Asy-Syifaa’,

sebelum tiba di puncaknya sempat saya menyapa Frodo dengan senyum seadanya.

seperti biasa dan tanpa berpikir panjang, aku langsung melepas sepatu, meletakkan tas di dalam masjid, dan melangkahkan beberapa langkah lagi menuju tempat wudhu..

 

Lalu beberapa menit kemudian, aku pun sudah berposisi bersedekap,

dan dalam beberapa menit yang lain lagi, leherku sudah kugelengkan ke kanan dan kiri.

 

Aku langsung menyapa Azhar, untuk mengantarnya membawa tas-tasnya yang sempat tertahan di mobil,

dan sebelum turun aku pun mengambil tasku lagi…

 

Hmm…

Hmmm…

Di mana ya? Hmm…

Aneh, benar-benar aneh

Tak pernah terbersit sedikit pun dalam pikiranku, bahkan mungkin dalam pikiran orang-orang yang duduk di sekitar situ…

 

“Sir, lo lihat tas gw ga?”

 

Ya…

telah hilang:

sebuah tas hitam merk Oakley,

beserta catatan-catatan pribadi dan catatan-catatan persiapan ujian

sebuah modem dan kabelnya, dan tentu saja barang yang selalu kubawa dalam tas:

Laptop dan chargernya (yang baru saja dibeli oleh orang tua saya di Jepang)

 

“Hahaha…pertanyaan terlucu of this year,” kata seorang teman setelah mendengar saya menanyakan tas

“Koq bisa?”

“Kamu disimpan di mana?”

“Ketinggalan kali…”

“Kamu tadi ke sini bawa tas?”

 

Tidak diragukan lagi, hanya beberapa menit saya berpisah dengan tas hitam itu…

Aneh, benar-benar aneh, dan (sama sekali) tidak lucu!

 

Tapi, ada yang berbeda…

 

diam-diam, saya mensyukuri musibah ini

Tak ada sama sekali ekspresi murka, tapi yang ada hanya senyuman (seperti orang tolol)

Tapi, ini musibah, bukan? Musibah yang terjadi di dunia

 

yang…

akan menjadi penebus musibah di akhirat nanti,

tidak mengapa fasilitasku hilang

atau cacian orang tua kan kuterima

asalkan itu semua dapat menghapus dosa-dosa dan kesalahanku

 

yang amat banyak…

sungguh banyak…

benar-benar banyak sekali, kawan…

banyak……..

 

bahkan andaikata, akibat kecelakaan ini proses belajar terganggu dan ujian nanti tidak memuaskan…

tidaklah mengapa, jika itu bisa menjadi penawar dosaku,

jika itu bisa mendatangkan ampunanMu ke dia yang (sadar merasa) hina

 

Ya Allah…sesungguhnya aku hanya ingin bertobat kepadaMu

dan memohon ampunanMu

dan ketenangan jiwa dariMu

 

“Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim…”

 

10 Januari 2011

-akan kukenang sebagai hari bertobat

 

ditulis pada Selasa 11 Januari 2011, mengenang peristiwa hilangnya tas hitam beserta segala isinya

Advertisements
Categories: gajelas | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: