BORN TO BE LEADER, FIGHT LIKE A WARRIOR

Selalu menarik untuk membahas segala hal yang berhubungan dengan kepemimpinan. Kepemimpinan menjadi hal yang mutlak untuk ada, mempertimbangkan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Adalah menjadi kecenderungan setiap manusia untuk berkelompok, berkumpul dalam komunitas tertentu, dengan berbagai tujuan. Ada yang karena untuk melindungi diri, memenuhi kebutuhan hidup, juga karena memiliki latar berlakang yang sama, memiliki tujuan yang sama, atau bahkan mempunyai musuh bersama. Dan, adalah suatu kecenderungan juga (lebih tepat lagi fitrah, alamiah) di tengah-tengah kumpulan atau komunitas itu tumbuh/lahir/ditunjuk seorang pemimpin.
Kata-kata yang terakhir menjadi bagian lain menarik untuk dibahas juga. Bagaimana adanya pemimpin? Lahir atau dilahirkan?

Bila kita mengamati pemimpin-pemimpin yang ada, mungkin kita dapat menyimpulkan bahwa pemimpin dapat lahir ataupun dilahirkan. Suatu keadaan tertentu, yang memerlukan pemecahan masalah dan penyelesaian, umumnya melahirkan pemimpin, karena kebutuhan kondisi tersebut. Atau juga, suatu komunitas atau kumpulan, yang terbentuk karena suatu hal. Umumnya komunitas tersebut akan melahirkan (baca: menunjuk) salah satu di antara mereka untuk memimpin. Kondisi lainnya, ada seorang yang memiliki tujuan tertentu, atau bisa disebut visi. Visi atau tujuan tersebut dia sampaikan ke orang-orang, dan sebagian atau semua orang tersebut mau mengikutinya karena dapat menerima visi tersebut. Atau juga, dengan visi tersebut, orang itu melakukan tindakan atau pekerjaan, lalu orang-orang melihatnya, menerimanya, dan mau ikut bekerja bersamanya, untuk mencapai tujuan tertentu tersebut.

Dapat dikatakan, proses “kelahiran” pemimpin dapat terjadi secara “alamiah” maupun “buatan”. Buatan, yang lahir melalui proses pemilihan atau penunjukan. Alamiah, orang-orang mengikuti pemimpin tersebut karena dapat menerima atau sepaham dengan tujuan pemimpin tersebut. Kita juga dapat mengambil kesimpulan, bahwa tidak semua orang berkesempatan pada proses yang pertama. Namun pada proses yang kedua, setiap orang (atau sebagian orang) akan melewatinya.

Lahir sebagai pemimpin, itu adalah takdir setiap umat manusia, bahkan sebelum lahir ke dunia. Menjadi pemimpin (khalifah) bagi bumi, itulah tugas manusia. Artinya, setiap manusia yang lahir pasti menjadi pemimpin, atau lebih tepatnya, adalah seorang pemimpin. Di antara para pemimpin itu, ada yang menjadi pemimpin bagi mereka, dan di antara pemimpin-pemimpin itu, ada pula yang menjadi pemimpin bagi mereka.

Semua manusia adalah pemimpin, namun sebagian dari mereka menjadi pemimpin bagi mereka, hanya sebagian. Dan sebagian itu adalah orang-orang dengan criteria tertentu saja, atau bisa disebut orang-orang pilihan. Namun intinya tidak berubah, bahwa setiap orang adalah pemimpin. Masing-masing individu (sebenarnya) memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin bagi yang lain, tapi tentu saja, dalam kepemimpina, ada pemimpin dan ada yang dipimpin. Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa orang-orang yang dipimpin itu juga adalah pemimpin.

Pada hakikatnya, kepemimpinan tidak harus bersifat structural. Bisa saja orang yang menjadi staff adalah pemimpin yang sesungguhnya, karena kerjanya, kontribusinya, kemampuannya untuk menggerakkan orang-orang dan memecahkan masalah, dll. Orang yang secara structural disebut ketua atau kepala belum tentu seorang pemimpin. Bisa saja ia mendapatkan jabatan tersebut karena keturunan atau koneksi, padahal yang memimpinnya adalah orang lain, sedangkan ia hanya duduk dan mengamati saja.

Orang yang dipimpin juga pemimpin bagi dirinya sendiri untuk mematuhi instruksi pemimpinnya dan melakukan tugasnya dengan maksimal. Layaknya seorang prajurit, yang tidak ragu untuk menaati perintah dan melaksanakannya bahkan bila perlu mengorbankan jiwanya. Seorang pemimpin pun adalah seorang prajurit dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang berupa mengatur, mengorganisasi, dan menggerakkan. Sifat totalitas, itulah sifat yang diperlukan dalam mengerjakan suatu pekerjaan atau amanah. Layaknya sifat itu perlu dimiliki setiap manusia, yang berarti setiap pemimpin.

Dapat disimpulkan, bahwa mansia dilahirkan untuk menjadi pemimpin, bagi bumi, dirinya sendiri, dan/atau bagi sebagian yang lain, tergantung perannya. Dan semua manusia pasti merupakan seorang prajurit, karena pemimpin yang hakiki hanyalah Allah, Tuhan Semesta Alam. Manusia diciptakan dan dilahirkan untuk memimpin layaknya seorang pemimpin, dan berjuang layaknya seorang prajurit.

 

tulisan ini saya buat sebagai syarat mengikuti Latihan Kepemimpinan dan Manajerial Mahasiswa (LKMM) yang diselengarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah 2, Juli 2009

Advertisements
Categories: gagasan | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: